Layanan Audit Laporan Keuangan Perusahaan Logam di Jakarta PPH 23 atau audit general Independen

Kami PT Amanah Media Edukasi di bidang Jasa Konsultan Pajak, Jasa Auditing Laporan Keuangan dan jasa laporan Accounting atau pembukuan baik secara Perusahaan, individu, Lembaga Sosial, dan UKM sebagai lembaga auditor independen telah banyak mengerjakan proses audit suatu perusahaan, akan tetapi tidak sedikit juga client yang membutuhkan informasi awal mengenai kenapa suatu perusahaan wajib di audit?

Selanjutnya sedikit review pentingnya perusahaan di audit oleh auditor Indpenden
Laporan keuangan dari perusahaan berbentuk perseroan PT atau Koprasi perlu di audit guna memberikan informasi keuangan tentang perusahaan tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan dan memenuhi keperluan informasi berbagai pihak akan informasi keuangan, semisal untuk mitra kerja, pemerintah, masyarakat dll. Jasa audit juga di butuhkan untuk pengujian dan keselarasan antara praktek akuntansi di laporan keuangan dengan teori akuntansi yang berlaku secara standar. Pengujian laporan keuangan itu di sebut auditing yang di lakukan oleh seorang auditro akuntan public sebgai pihak yang independen.

Apabila perusahaan Anda adalah perusahaan public maka mempersembahkan laporan keuangan kepada pengawasan ekstern di dibenarkan dengan anggapan bahwa trust masyarakat tidak boleh dikecewakan. Apabila perusahaan Anda tidak di audit maka ada kemungkinan laporan keuangan tersebut terdapat kesalahan secara disengaja maupun secara tidak disengaja, oleh sebab itu laporan keuangan yang belum atau tidak di audit kurang dipercaya kewajarannya oleh pihak pihak yang memerlukan atau berkepentingan akan laporan keuangan itu.

Jasa Audit

Dasar Hukum dilakukannya Audit Oleh KAP (Kantor Akuntan Publik), contoh dasar hukum dari PT (Perseroan Terbatas)
Dalam Pasal 68 UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dijelaskan pada penjelasannya:

“Kewajiban untuk menyerahkan laporan keuangan kepada akuntan publik untuk diaudit timbul dari sifat Perseroan yang bersangkutan. Kewajiban untuk menyerahkan laporan keuangan kepada pengawasan exteren dibenarkan dengan asumsi bahwa kepercayaan masyarakat tidak boleh dikecewakan. Demikian juga halnya dengan Perseroan yang untuk pembiayaannya mengharapkan dana dari pasar modal.”
JIka memenuhi satu saja poin di bawah ini maka laoran keuangan (Perseroan Terbatas) wajib di audit

Pasal 68 ayat 1 UU No.40 tahun 2107 tentang Perseroan Terbatas menyebutkan Direksi harus menyerahkan laporan keuangan Perseroan kepada akuntan publik untuk diaudit apabila:

  1. Kegiatan usaha perseroan adalah menghimpun dan atau mengelola dana masyarakat.
  2. Perseroan menerbitkan surat pengakuan utang kepada masyarakat.
  3. Perseroan merupakan Perseroan Terbuka.
  4. Perseroan merupakan persero.
  5. Perseroan mempunyai aset dan atau jumlah peredaran usaha dengan jumlah nilai paling sedikit Rp. 50 miliar (lima puluh miliar) atau .
  6. Diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.

Ilustrasi lain Dasar Hukum bidang Koprasi didalam Pasal 40 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian yang berbunyi , “Koperasi dapat meminta jasa audit kepada akuntan publik”, maka dalam hal ini pengawas dan anggota koperasi berhak untuk meminta auditor selaku pemeriksa kinerja keuangan organisasi koperasi yang diberikan wewenang penuh untuk memeriksa keabsahan laporan keuangan yang telah dibuat oleh manajemen koperasi yang bersang-kutan jika pengawas tidak mampu melakukannya.
Sedangkan di Permen KUKM terkait USP koperasi Nomer 15 Tahun 2015 pasal 28 Bagian ketiga tentang pengawasan ayat 2 di sebutkan “ KSP (Koperasi Simpan Pinjam) dan USP (Usaha Simpan Pinjam ) Koperasi yang mempunyai volume pinjaman yang di berikan telah mencapai Rp. 2.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta rupiah) dalam 1 (satu) tahun buku wajib di audit oleh kantor akuntan public atau kantor jasa audit dan hasilnya dilaporkan para rapat anggota

Jadi audit merupakan kebutuhan lembaga untuk memberikan trust kepada pemangku kepentingan akan suatu laporan keuangan yang faktual dan mengontrol Apabila terjadi kekeliruan pembuatan laporan keuangan oleh internal

Janis jenis Opini Audit oleh KAP (Kantor Akuntan Publik)
Wajar tanpa pengecualian – (WTP) / (unqualified opinion)
Artinya Laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi (PSAK/IFRS/SAP)

Wajar dengan pengecualian – WDP / (qualified opinion)
Interpretasinya Laporan keuangan dapat diandalkan namun pemilik kepentingan harus memperhatikan beberapa masalah yang diungkapkan auditor atas pos yang dikecualikan agar tidak salah mengambil keputusan.

Tidak wajar (adversed opinion)
Interpretasinya Laporan keaungan tidak disajikan sesuai dengan standar akuntansi (PSAK/IFRS/SAP).

Menolak memberikan opini (disclaimer of opinion)
Maknanya auditor menilai secara material tidak dapat diyakini karana adanya pembatasan lingkup pemeriksaaan oleh manajemen sehingga auditor tidak cukup bukti

Resiko Perusahaan Tidak di Audit
Membaca Pada pasal 68 ayat 2 UU PT
“Dalam hal kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dipenuhi, laporan keuangan tidak disahkan oleh RUPS”

Note: Ketentuan keharusan audit juga berlaku untuk Penanaman Modal Asing (PMA)

Dari ringkasan urgennya kebutuhan audit tersebut maka kami sebagai auditor bekerja secara professional untuk memberikan jasa terbaik agar perusahaan yang bekerjasama dalam hal audit laporan keuangan mampu menyajikan kinerja perusahaan dari hasil laporan keuangan yang audited dan transparan.

Harga jasa audit laporan keuangan
Kami berkomitmen menjadi mitra yang terbaik untuk perusahaan Bapak/Ibu, termasuk memberikan biaya yang terbaik dan wajar. Silahkan Bapak / Ibu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim kami terkait kebutuhan berapa tahun laporan keungan yang akan di audit dan kami akan berikan penawaran terbaik biaya audit untuk perusahaan Bapak Ibu

Kontak kami di nomer Telp/WA untuk penawaran dan konsultasi secara free 
Di link berikut : Klik Di Sini Kontak Kami